Jumat, 02 Februari 2018

Bahasa Indonesia : Teks Anekdot



A.  Pengertian Teks Anekdot
Teks anekdot adalah teks yang lucu, jengkel atau konyol tetapi mengandung ajaran moral dan kritikan. Biasanya, kritikan pada teks anekdot semisal pada layanan publik dibidang hukum, politik, lingkungan dan sosial.

B.  Struktur Teks Anekdot
1.     Abstraksi :  bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks secara umum.
2.     Orientasi  :  bagian yang menunjukan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi.
3.     Krisis       :  bagian dimana terjadinya masalah atau konflik antar tokoh.
4.     Reaksi     :  tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
5.     Koda       :  bagian terakhir atau penutup.

C.  Ciri-ciri Teks Anekdot
1.     Dekat dengan perumpamaan seperti dongeng.
2.     Memiliki sifat lelucon atau humor.
3.     Memiliki sifat menggelitik dan menyindir.
4.     Berkaitan dengan orang penting.

D.  Ciri-ciri Kebahasaan Teks Anekdot
1.     Kata kias atau konotasi dapat berupa ungkapan dan peribahasa.
2.     Kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan antonym.
3.     Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.
4.     Kalimat yang menyatakan ajaran moral/pesan kebaikan
5.     Konjungsi berupa konjungsi temporal seperti setelah, lalu, kemudian dan konjungsi sebab-akibat seperti maka, karena, oleh sebab itu.
6.     Kalimat pengandaian digunakan penulis untuk berandai-andai.

E.  Tujuan Teks Anekdot
1.     Untuk membangkitkan tawa.
2.     Untuk dapat membuat orang terhibur.
3.     Untuk dapat menggambarkan suatu karakter atau sikap dengan ringan dan singkat.

F.   Karakteristik Teks Anekdot

      1.   Dari Segi Struktur
-          Berupa cerita / dialog singkat.
-          Memiliki tokoh, latar, dan rangkaian peristiwa.

2.   Dari Segi Kaidah
-          Mengandung kebenaran tertentu.
-          Berupa lelucon.

G.  Fungsi Teks Anekdot

      1.   Fungsi Primer
Sebagai sarana ekspresi yang berhubungan dengan ketidak sukaan, ketidak puasan, kejengkelan dan sebagainya.

2.     Fungsi Sekunder
      Sebagai bahan hiburan, sebagai analogi/contoh dalam menjelaskan sesuatu sebagai penarik perhatian dan sebagaianya.

H.  Cara Mengevaluasi Teks Anekdot
1.     Membaca teks anekdot dengan baik dan benar.
2.     Mencari ide pokok dalam teks anekdot.
3.     Menafsirkan makna tersirat dalam teks anekdot.
4.     Mencatat makna yang terkandung dalam teks anekdot.

I.    Mengontruksi Teks Anekdot
1.     Menentukan topik,
2.     Mencari referensi,
3.     Menentukan pesan atau sindira yang akan disampaikan,
4.     Menentukan unsur lucu/konyol/jenkel,
5.     Menentukan alur cerita berdasarkan struktur teks anekdot,
6.     Mengembangkan teks anekdot,
7.     Menyunting teks,
8.     Merevisi teks sesuai suntingan.

J.   Mengabstraksi Kembali Teks Anekdot
Mengabstraksi anekdot berarti menciptakan kembali secara ringkas isi suatu anekdot. Ringkasan disusun berdasarkan pokok-pokok anekdot sehingga memiliki hubungan yang logis dan padu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar